Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi Kunjungi MK


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi Kunjungi MK

Menurut bppp-tegal.com mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi mampir dan belajar perihal konstitusi di Aula Gedung 1 Mahkamah Konstitusi (MK), pada Selasa (4/7/2023) pagi di Aula Gedung 1 MK. Kunjungan selanjutnya di terima langsung oleh Asisten Ahli Hakim Konstitusi M. Mahrus Ali dan menambahkan paparan kepada mahasiswa perihal bersama perbedaan Mahkamah Konstitusi bersama Mahkamah Agung. Perbedaan selanjutnya adalah Mahkamah Agung (MA) mengadili aturan perundang-undang pada undang-undang, kala Mahkamah Konstitusi menguji Undang-Undang pada UUD 1945.

Selanjutnya, Ali juga mengemukakan perihal kewenangan dan kewajiban yang dimiliki MK sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945. “Mahkamah Konstitusi memeiliki 4 (empat) kewenangan dan 1 (satu) kewajiban sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kewenangan tersebut, yakni MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya berbentuk final untuk menguji undang-undang pada Undang-Undang Dasar; memutus sengketa kewenangan instansi negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar; memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan perihal hasil penentuan umum,” terangnya.

Selain empat kewenangan tersebut, MK punyai satu kewajiban, yakni MK mesti menambahkan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perihal dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar.

“Pelanggaran dimaksud sebagaimana disebutkan dan diatur di dalam ketetapan Pasal 7A Undang-Undang Dasar 1945
yaitu melaksanakan pelanggaran hukum berbentuk pengkhianatan pada negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana lainnya, atau tingkah laku tercela, dan/atau tidak ulang mencukupi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud di dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” imbuhnya.

Raih Profesor di Universitas Pelita Harapan, Golrida Memutus ‘Takdir’ Terlahir Miskin

Berawal berasal dari “tidak suka” bersama dengan program belajar pada jenjang sarjana, Profesor Doktor Golrida Karyawati Purba P MSi Ak CA memperlihatkan bahwa memang belajar bukan cuma sekadar memperoleh nilai.

“Belajar bukan cuma untuk memperoleh nilai, tapi belajar untuk dapat menyelami suatu hal berasal dari yang dipelajari,” ujar Golrida pada pengukuhannya sebagai guru besar akuntansi di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. Golrida menceritakan, awalnya ia tidak menyukai akuntansi. Saat seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), ia sedang sakit agar tidak dapat menjawab soal bersama dengan maksimal.

“Saya asal saja ngisinya saat UMPTN. Tapi rancangan Tuhan tidak serupa bersama dengan rancangan kita,” kenang Golrida.

Golrida menceritakan, awalnya ia tidak menyukai akuntansi. Saat seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), ia sedang sakit agar tidak dapat menjawab soal bersama dengan maksimal.

“Saya asal saja ngisinya saat UMPTN. Tapi rancangan Tuhan tidak serupa bersama dengan rancangan kita,” kenang Golrida.

Ia menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana pada program belajar akuntansi Universitas Sumatera Utara (USU). Kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia dan doktoral di Universitas Brawijaya di Malang Jawa Timur.

Melalui akuntansi, banyak hal yang dipetik oleh Golrida. Ia jadi lebih dapat menghormati setiap orang, apa pun profesinya. Setiap orang miliki kejeniusan di bidang masing-masing.

Sama seperti yang terjadi di akuntansi, tanpa orang-orang yang miliki kejeniusan di bidang tiap-tiap , tidak dapat ada yang namanya keseimbangan.

Hal itu termasuk diterapkannya di dalam pembelajaran. Golrida tetap berpesan pada mahasiswanya untuk tidak cuma lulus dan memperoleh nilai, tapi dapat menyelami apa yang dipelajari.

Apalagi bersama dengan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, mahasiswa lebih-lebih pada program belajar akuntansi perlu dapat mengambil alih pertimbangan di dalam hadapi masalah yang ada.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *